Ponorogo Dan Festival Reog

Labels:
 
     
  Singo_Barong_headdress-Ponorogo
 
  Reog Ponorogo [sumber]
 
 

English and Indonesia Version "Ponorogo and Reog Festival"

  

Indonesia Version indonesia

Nama

:

  Reog Ponorogo

Sources

:

 Many Sources

 

Picture from   :

 

http://cache.virtualtourist.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Version

 

Indonesia dan English  

 

 

 


Versi Indonesia:


   Ponorogo adalah nama salah satu kabupaten di Indonesia yang terletak di Jawa Timur. Ponorogo juga biasa disebut kota reog. Karena di kota ini lah pertama kali kesenian reog lahir. Lahirnya kesenian reog ini bukan karena tanpa sebab. Lahirnya kesenian reog ini karena banyaknya mitos yang beredar di masyarakat hingga kini. Misalnya saja cerita berikut:

“ Pada jaman dahulu kala, Raja dari Kerajaan Bantar Angin yang bernama Kelana Swadana pergi melamar sorang wanita cantik dan bermaksud untuk menikahinya. wanita itu adalah putri dari raja kediri waktu itu. Tidak disangka ditengah perjalanan Kelana Swadana menuju kerajaan kediri mereka dicegat oleh segerombolan binatang buas yang dinamakan Singobarong yaitu penjaga hutan lodaya. Akhirnya pertempuran dahsyat antara Singobarong dan kelompok pengiring Swadanapun tidak dapat dihindari lagi. Dan untuk memeringati kejadian diatas, dilaksanakan kesenian tradisional yang dinamakan Reog Ponorogo.”

Diambil dari: wisatamelayu.com

 

 

   Biasanya kesenian reog ini ditampilkan pada saat pagelaran grebeg suro.

 
  pagelaran grebeg suro  
 
 
  Pagelaran Grebeg Suro [sumber]
 
 
Pagelaran ini diadakan pada tanggal 1 muharam atau satu suro. Grebeg suro adalah bagian even rutin atau tahunan masyarakat ponorogo yang terus di lestarikan hingga kini. Dan pada acara ini tidak hanya menampilkan reog dari kota ponorogo saja. Akan tetapi acara ini dihadiri oleh daerah lain untuk ikut berpartisipasi dan memeriahkan festival ini. Dan di even ini lah para pemain reog saling berunjuk kebolehan. Mereka melakukan adegan-adegan yang atraktif yang membuat decak kagum penonton. Dan dari penampilan terbaik mereka akan di apresiasi oleh dewan juri. Yang kemudian akan ditentukan pemenang lomba.

   Even ini dimanfaatkan untuk menarik wisatawan dalam maupun luar negeri. Yang semua dilakukan untuk mengenalkan budaya Indonesia pada masyarakat international

  Meskipun secara pribadi belum pernah menapakkan kaki di kota reog ini. Tapi suasana kemeriahannya membuat terbayang-bayang di pikiran. Dan tidak ada kata lain kecuali Jaya terus Indonesia.

 

 

Ponorogo and Reog Festival

 

english


English Version

   Ponorogo is either one of much regency in Indonesia. And it is located in East Java Province. It also called "Reog City". Because it was born in this city. This art was born with so many reasons. This art was born from the mite which has develop in ponorogo until now. Such as this mite below.

  “  Once upon a time, the King of Bantar Angin Kingdom named Kelana Swadana was going to propose for marriage to a beautiful girl, the daughter of Kediri King. Unfortunately, Kelana Swadana`s journey to Kediri was stopped because of the cruel blockade done by a group of wild animals namely Singobarong which guarded the area of Lodaya forest, in which Kelana Swadana had to pass it to reach Kediri. A fierce combat between Singobarong and the entourage of Kelana Swadana could not be avoided anymore at the time. Commemorating the story above, a traditional performing art namely namely Reog ponorogo is held.”

Taken from: wisatamelayu.com

  

 
  pagelaran grebeg suro  
 
 
  Pagelaran Grebeg Suro [source]
 
 
Usually this art will be shown 1 muharam or 1 suro (java calendar) every years in grebeg suro festival. Grebeg suro is part of frequent even in ponorogo society that keep until now. And in this even not only shown reog from ponorogo but also shown reog from other region for participant in this festival.

   And in this even the player competitive to show their ability. And they perform attractive exercise that makes the spectator amazed. From the player appearance, the jury will appreciate and get a winner. This even held to introduce indonesian culture to foreign country. Eventhought personaly I never step my feet in ponorogo but, the situation can make us imagine all the good think in ponorogo. Bravo Indonesia

 

 

 

0 comments:

Post a Comment

Followers